Jebakan IoT

Hackaday Robot

Mungkin anda pernah mengikuti atau sekedar mendengar berita mengenai “rusaknya” bisnis speaker Sonos (kalau belum, silahkan klik link berikut). Sederhananya adalah Sonos menjual speaker premium yang terkoneksi ke internet dan mereka ingin mengistirahatkan produk – produk dari seri lamanya. Strategi yang diambil adalah memberikan diskon 30% bagi siapa saja yang mau menukarkan speaker lama mereka dengan yang baru. Di sini letak jahatnya strategi mereka, Sonos tidak benar – benar menukar speaker lama dengan yang baru, tetapi mereka mem-flash / memprogram ulang firmware yang ada di speaker lama dengan firmware baru yang berisi fitur “self-destruct“, sehingga akhirnya akan memaksa pengguna speaker untuk mengganti speaker mereka.

Tentunya pelanggan setia Sonos tidak senang dengan strategi Sonos untuk merusak perangkat / speaker yang mereka miliki. Mulailah kehebohan terjadi, yang akhirnya memaksa CEO Sonos membatalkan / menunda rencana mereka. Hackaday melalui Gerrit Coetzee, salah seorang penulisnya, membahas secara detail apa yang sesungguhnya terjadi. Bahwa kemungkinan besar semua ini diakibatkan oleh ketidakmampuan Sonos untuk memberikan dukungan mereka terhadap produk – produk lama mereka dan Sonos secara pragmatis mematikan produk – produk tersebut. (Sekali lagi) kemungkinan besar bahwa biaya yang harus mereka keluarkan sebagai bagian dari layanan dukungan terhadap produk – produk lama mereka bisa sampai 30% dari biaya untuk merilis produk baru.

Speaker Sonos

Dengan membeli produk IoT tersebut, sebenarnya adalah anda membayar sejumlah uang di muka untuk memastikan produk yang anda beli dan akan digunakan, tetap bisa berfungsi selama kurun waktu tertentu. Namun apa yang terjadi setelah produk digunakan melewati kurun waktu tersebut? Apakah perusahaan akan “mensubsidi” biaya dukungan produk tersebut atau mengambil jalan pintas untuk mematikan saja produk/layanan tersebut?
Keputusan yang harus diambil ini berlaku untuk semua perusahaan, baik perusahaan kecil seperti Sonos, maupun yang raksasa seperti Google.

Faktanya yang terjadi adalah, orang – orang di belakang produk ini tidak memiliki rencana yang komprehensif.



Inilah titik tersulit bagi perusahaan. Semakin pengguna produk menyukai perangkat yang mereka miliki, semakin lama mereka ingin menggunakannya. Dan kembali seperti ditulis di atas, semakin lama pengguna produk/layanan ingin mempertahankan produk tersebut, maka biaya yang harus dikeluarkan perusahaan yang semakin besar. Perusahaan harus mencari siasat sebagai konsekuensi dari dukungan “lifetime” yang ditawarkan pada saat produk dipasarkan.
Disinilah sebenarnya jebakan IoT.

Jadi sebagai pengguna atau calon pengguna dari suatu produk, jadikan ini sebagai peringatan.
Dan apabila anda adalah perusahaan yang menjual / menawarkan suatu produk dengan dukungan layanan tertentu, tanyakan pada diri anda apakah perusahaan sungguh mampu memberikan layanan dukungan kepada pengguna produk?
Hati – hati karena apa yang terlihat baik dalam 5 tahun, mungkin saja bisa membawa kebangkrutan bagi perusahaan dalam 10 tahun ke depan.


Sumber:
The IoT Trap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + 19 =