IoT, Kunci Pembuka Potensi Industri Manufaktur India

Teknologi Internet of Things dipercaya mampu memberikan dorongan yang signifikan kepada industri manufaktur India, yang telah lama mengalami kemunduran karena kurangnya daya saing.

“Make in India”, sebuah slogan yang diluncurkan oleh pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi untuk membangkitkan lagi sektor manufakturing, mulai digaungkan sejak pertengahan Februari tahun ini. Amitabh Kant, sekretaris dari departemen yang mengatur kebijakan dan promosi dunia industri, beberapa hari yang lalu di Mumbai mengatakan bahwa perusahaan – perusahaan India harus menerapkan teknologi informasi yang modern untuk smart manufacturing.

Banyak perusahaan asing yang saling berkompetisi di pasar India, yang memiliki penduduk sekitar 1.3 miliar. Namun di sisi lain, di saat perusahaan – perusahaan tersebut memulai ancang – ancang untuk masuk ke pasar global, yang menjadikan India sebagai basis ekspor produk untuk negara lain, daya saing India sangat buruk, seperti dijelaskan oleh Kant.

Pada tahun 2015, Japan External Trade Organization mengadakan survei terhadap perusahaan – perusahaan Jepang yang beroperasi di Asia. Survei tersebut menunjukan bahwa gaji dasar pekerja di sektor manufaktur lebih tinggi dari Vietnam. Dan gaji dari tenaga ahli di sektor manufaktur ini lebih tinggi kurang lebih 30% dari Indonesia dan Filipina. Oleh karenanya, untuk mendongkrak daya saing, dibutuhkan terobosan dari sisi lain. Terobosan ini dipercaya bisa didapat dari IoT, yang menghubungkan berbagai jenis hardware ke internet.

Perusahaan – perusahaan memulai tindakan nyata terkait dengan terobosan ini. Sebagai contoh, General Electric yang berbasis di Amerika mengumumkan kerjasama di bidang IoT pada akhir Februari lalu. Di dalam kerjasama ini terdapat beberapa perusahaan India, seperti Tata Consultancy Services. GE dikabarkan berambisi untuk memimpin pembangunan usaha yang terkait IoT, dengan menyediakan software dengan standard industri kepada perusahaan – perusahaan lain. Tata Consultancy di sisi lain akan menyediakan sumber daya manusia yang begitu besar, dengan harapan bisa berkompetisi dengan pesaing – pesaing dari Amerika seperti Cisco dan Intel.

Banyaknya perusahaan konglomerasi di India yang memiliki unit usaha manufaktur dan IT di bawah 1 payung perusahaan yang sama adalah salah satu kekuatan India. Tata Consultancy adalah unit usaha induk dari Tata group, yang di dalamnya ada Tata Motors dan Tata Steel. Group usaha keluarga Mahindra memiliki unit usaha otomotif dan perlengkapan pertanian, dan tak lupa unit usaha IT di bawah bendera: Mahindra & Mahindra. Perusahaan – perusahaan di India memiliki kesempatan besar untuk mengembangkan teknologi IoT oleh karena fleksibilitas ini, seperti dikatakan oleh Anand Mahindra, Chairman dari Mahindra.

Pembangunan di sektor manufakturing adalah sangat penting bagi India karena menyerap tenaga kerja yang besar. Kesuksesan inisiatif “Make in India” dapat dikatakan sebagai pintu gerbang suksesnya India dalam implementasi IoT yang lebih besar lagi, seperti pembangunan infrastuktur jalan dan kelistrikan.

 
Sumber: IoT key to unlocking India’s manufacturing potential

Leave a Reply

Your email address will not be published.

five × one =