Bagaimana IoT Dapat Membantu Pedagang Retail

IoT memberikan peluang bagi para pedagang / pengusaha ritel untuk melakukan analisa dan prediksi terhadap produk yang dijual, yang membantu mereka mengoptimalkan stok barang sekaligus mengurangi sisa produk yang tidak terjual.

Wayne Harper, Direktur teknis untuk area Asia Pasifik Zebra Techologies, mengatakan pada IoT Hub bahwa para pedagang / pengecer ritel sedang mencari cara baru untuk mengambil dan memproses data produk yang mereka jual.

Para pedagang ritel ini sudah tidak asing dengan analisa produk, mereka telah mengimplementasikan POS (Point of Sale) selama 2 dekade terakhir.
Namun, yang menjadi tantangannya adalah analisa baru bisa dilakukan setelah terjadi penjualan. Pemilik toko mengalami kendala untuk melihat jumlah stok sebenarnya secara real-time (untuk mencegah kehabisan stok), mereka hanya mampu melakukan pengecheckan barang setelah barang yang terjual telah melewati cash-register, seperti dikatan Harper.

Dalam beberapa kasus bahkan tingkat ketersediaan stok barang tidak diketahui secara persis, sampai malam hari dimana proses update stok dilakukan (melalui overnight batch) dan laporan stok barang terakhir keluar

Harper percaya bahwa toko ritel harus keluar dari kebiasaan “analisa setelah penjualan” dan mulai masuk ke analisa prediktif dan real-time.
“Apa yang sudah mulai diubah oleh para peretail adalah analisa secara real-time, bagaimana peretail dapat mengetahui berapa persen peningkatan penjualan pada hari tertentu pada minggu ini, sebagai contohnya.” ditambahkannya.

Harper membayangkan dunia dimana analisa prediktif dapat membantu para peritel untuk lebih baik lagi mengelola rantai suplai (supply chains).
Dia memberikan contoh supermarket yang dapat melihat peningkatan tajam penjualan es krim pada hari dengan suhu yang panas pada tahun lalu.
“Dengan menggunakan sistem POS yang lama, sistem dapat memberi tahu bahwa pada periode tertentu tahun lalu, ada penjualan 2000 liter es krim” dikatakan oleh Harper.

“Apabila para peritel menggunakan basis data murni hanya berdasarkan kejadian yang telah terjadi (historical data), maka kemungkinan besar akan ada banyak stok yang terbuang secara percuma, tetapi dengan menganalisa secara real-time dan dengan menggabungkan data seperti ramalan cuaca, peritel dapat memprediksi apakah tahun ini penjualan akan lebih baik dari tahun lalu karena suhu udara yang lebih rendah, sebagai contoh”

supermarket

Peritel dapat juga memperoleh keuntungan dari analisa yang lebih mendalam / mendetail, dimana smart tag dapat dipasangkan pada produk yang dijual.
Dengan menggunakan tag dan analisa video sebagai contoh, peritel dapat memonitor barang / produk tertentu kapan harus diganti dan dipesan / diisi ulang secara real-time dibandingkan harus menunggu barang tersebut keluar dari cash-register, baru kemudian melakukan sesuatu.

“Di supermarket, barang / produk tertentu dapat terjual dengan cepat seperti semangka dan alpukat.”, seperti dikatakan oleh Harper.

“Sangat mungkin terjadi kehabisan stok dan peritel tidak tahu kapan stok akan habis sampai barang / produk tersebut melewati POS. Namun dengan menggunakan RFID dan analisa video, peritel dapat menentukan kapan suatu produk harus dipesan kembali, sebagai contoh apabila tersisa 30% stok yang tersedia di rak barang, barang tersebut harus dipesan kembali”.

Melalui inovasi seperti ini dan diikuti oleh perubahan mentalitas / cara mengelola usaha, para peritel yang secara langsung berinteraksi dengan pelanggan dapat menjadi lebih kompetitif, yaitu dengan menyediakan pengalaman berbelanja yang lebih baik dan tentunya lebih efisien dalam operasional usaha.
Sumber: Item-level tracking in Australian retail’s IoT future

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + thirteen =