Adopsi Linux di IoT Mengejutkan Linus Torvalds

Linus Torvalds, sang bapak penemu Linux menyatakan rasa takjubnya pada penggunaan operating system Linux di lingkungan embedded system, khususnya untuk penggunaan IoT; Linus Torvalds menyatakan ini saat berbicara di Embedded Linux Conference & OpenIoT Summit.

Torvalds mengatakan perkembangan (penggunaan) Linux pada embedded system benar – benar mengejutkan dia, kemudian dia melanjutkan bahwa pertama kali Torvalds menemukan penggunaan Linux pada lingkungan embedded system yaitu pada mesin pengisian bahan bakar, kurang lebih 15 tahun yang lalu.

linux

“Awalnya tanggapan saya (terhadap penggunaan Linux di embedded system) biasa saja, namun 15 tahun yang lalu saya mulai melihat penggunaan Linux di beberapa device yang cukup aneh namun menarik. Yang benar – benar membuat mata saya terbuka adalah saat saya melihat mesin pengisian bahan bakar menggunakan Linux!” dikatakan oleh Torvalds.
“Hari ini, perubahannya jauh lebih cepat. Bahkan tanpa saya sendiri tahu di lingkungan apa saja Linux digunakan”.

Yang patut dicermati adalah, walaupun Linux mulai banyak digunakan pada embedded system, namun Torvalds sebenarnya lebih ingin Linux digunakan pada IoT devices; Torvalds percaya Linux merupakan pilihan tepat digunakan untuk IoT.

Keamanan dan resiko penggunaan Linux di IoT

Berbicara mengenai masalah keamanan, Torvalds setuju bahwa salah satu masalah yang dihadapi oleh IoT adalah device – device IoT tidak dapat (susah untuk) di-patch.
“Di generasi industri yang baru ini, masalah keamanan seperti dinomor-duakan. Saya sendiri akan kesal apabila ada orang yang melakukan percobaan hacking ke rumah saya dan mengubah temperatur pemanas rumah saya menjadi 35° C, saya akan benar – benar kesal!”

Kemudian Torvalds memberikan peringatan kepada para vendor produk – produk IoT untuk bisa mengambil pelajaran bagaimana Google, dengan Android nya dapat bekerjasama dengan perusahaan (pembuat mobile device / smartphone) dan operator telekomunikasi untuk bisa mengirimkan update Android ke setiap device apabila tersedia update baru. Torvalds kemudian juga memberikan saran lain, yaitu dengan menggunakan metode patching / update alternatif, seperti Cyanogen.

Torvalds juga memuji komunitas ARM saat berbicara pada topik keamanan. Torvalds mengatakan “Mereka (komunitas ARM) sadar bahwa akan lebih murah membeli chip – chip komoditas walaupun chip – chip ini tidak sempurna. Komunitas ARM, saat ini telah menjadi jauh lebih baik. Sekarang orang dapat membuat / membangun embedded system dengan lebih murah dan cepat, memang ini tidak sempurna tetapi saya rasa ini baik untuk dilakukan.”

Mungkin pesan dari Torvalds ini terdengar tidak lazim, sebagaimana yang dilakukan oleh Torvalds saat mengembangkan Linux. Torvalds terus memperbaharui Linux dan melihat bagaimana perkembangannya, tanpa perencanaan jangka panjang (5 tahun) atau tanpa konsentrasi pada aspek tertentu (termasuk di dalamnya group programmer tertentu atau pengguna tertentu). Semua mengalir dan tanpa / minim perencanaan.

 
Sumber: Linux’s Torvalds surprised by IoT uptake

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − five =