3 Tantangan Besar Yang Dihadapi Pengembang Aplikasi IoT

Beberapa tahun belakangan ini merupakan tahun yang baik buat para developer / pengembang software. Dengan adanya ledakan Internet of Things (IoT), perusahaan – perusahaan terus mencari para ahli yang mampu membuat aplikasi dan layanan dengan memanfaatkan data real-time yang dikirimkan dari jutaan device / perangkat yang terkoneksi.

Ada lebih dari 5 juta developer yang aktif di dunia IoT, seperti dikatakan oleh Stijn Schuermans, analis bisnis senior VisionMobile dan salah seorang penulis IoT Megatrends 2016. Diperkirakan pada tahun 2020, angka tersebut akan menembus 10 juta.

Namun patut diperhatikan bahwa pembangunan aplikasi / solusi IoT ini memiliki tantangannya sendiri. Gartner memperingatkan bahwa dari 4 proyek IoT, 3 proyek akan terlambat dalam penyelesaian, biaya pembangunan solusi membengkak di tengah jalan, dsb.

Working Programmer. Programmer Showing Code Issue on the Screen.

Berikut adalah 3 tantangan yang dihadapi oleh para developer IoT:

  1. Hardware Vs. Software
    Perbedaan paling besar antara pengembangan aplikasi tradisional dan aplikasi berbasiskan Internet of Things adalah “thing” itu sendiri. Mayoritas pengembang aplikasi hanya memiliki latar belakang sebagai pengembang aplikasi / software saja dan karenanya para pengembang ini harus belajar kembali bagaimana mengembangkan aplikasi di atas hardware IoT. “Hardware adalah masalah terbesar bagi sebagian pengembang aplikasi” dikatakan oleh Schuermans.
    Diharapkan para pengembang ini segera sadar akan potensi dari pengembangan aplikasi di atas hardware IoT atau bahkan pengembangan hardware itu sendiri, yang jumlahnya sangat banyak.
    Hal lain yang patut diperhatikan oleh para pengembang ini adalah bagaimana membuat aplikasi yang terhubungkan ke platform berbasiskan cloud, yang menerima dan mengolah aliran data yang datang dari device – device IoT.
    Ekosistem yang terpecah – pecah
  2. IoT dapat dikatakan masih dalam fase awal dan masih terpecah – pecah, sebagai contoh: terpecah – pecah berdasarkan transport layer, protokol dsb. (contoh: solusi IoT yang menggunakan HTTP RESTful atau MQTT atau ZeroMQ)
    Tidak ada standar resmi berkaitan dengan pengembangan aplikasi IoT. Pengembangan aplikasi IoT di device – device yang saling terhubungkan ini akhirnya menjadikannya lebih sulit daripada pengembangan aplikasi mobile yang ekosistemnya sudah jelas.Masih menurut Schuermans, masalahnya bukan sekedar dukungan terhadap pengembangan aplikasi IoT itu sendiri.
    “Pengembangan aplikasi / solusi IoT lebih sulit karena tidak ada platform standard seperti Android atau iOS. Ini bukan hanya masalah teknologi saja, tetapi platform dimana aplikasi IoT itu berjalan juga menjadi sangat penting”.
  3. Masalah keamanan
    Belakangan ini muncul masalah – masalah terkait keamanan dan privasi pada aplikasi / solusi IoT. Berdasarkan estimasi Gartner, resiko yang muncul dari data sensor – sensor dan video palsu yang dijual di pasar gelap berpotensi membuat kerugian hingga 5 miliar dollar pada tahun 2020. Schuermans menjelaskan alasan bahwa “para pengembang ini sadar akan pentingnya keamanan data namun tergoda juga untuk menjual data – data ini”.Implikasinya menjadi serius. Pada tahun 2020, diperkirakan sebagai akibat dari buruknya masalah keamanan data, akan memakan biaya hingga 20% dari total keseluruhan dana yang dipersiapkan untuk keamanan, dibandingkan pada tahun 2015 hanya memakan biaya 1%.

Gartner juga memprediksi bahwa akan ada lebih dari separuh “new major business processes and systems” akan mengadopsi teknologi Internet of Things pada tahun 2020. Tetapi tidak semua pasar IoT yang dikembangkan sama. Solusi IoT untuk industri akan lebih matang dibandingkan smart home sebagai contoh. Solusi IoT yang berbasiskan data akan sangat menjual.

“Sebagai contoh, aplikasi yang dibangun dengan memanfaatkan data yang dikirimkan oleh sensor kemudian mengolahnya adalah aplikasi yang akan sangat berguna”, dikatakan Schuermans.

Meskipun tantangan untuk mengembangkan solusi IoT cukup besar, namun tidak mengurungkan niat dari para pengembang aplikasi untuk memperoleh kesuksesan di area yang baru ini. Schuermans memperkirakan akan ada 800.000 pengembang aplikasi berbasiskan IoT pada tahun ini.
Sumber: The Top 3 Challenges Facing Internet Of Things Developers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 5 =