Makin Jelasnya Strategi Intel Untuk Produk Chip FPGA

Tiga tahun berlalu sejak Intel mengakuisisi perusahaan pembuat chip FPGA Altera dengan nilai akuisisi 16.7 miliar dollar. Strategi Intel dan rencana positioning mereka menjadi semakin jelas dengan dirilisnya berita tentang rencana peluncuran Stratix 10, yang disertai dengan application development dan acceleration stack.

Altera membuat 2 chip FPGA yang mampu untuk diprogram secara khusus untuk tujuan tertentu. Chip tersebut adalah Arria 10, yang ditargetkan untuk pengguna low-end dan Stratix 10 yang dikhususkan untuk penggunaan pada aplikasi yang membutuhkan performa tinggi. Target pasar dari 2 chip FPGA ini memang berbeda.

“Memang berbeda satu sama lain, masing – masing memiliki fitur yang berbeda dan ukuran dari produk akhirnya pun berbeda”, dikatakan oleh Sabrina Gomez, direktur marketing pada Intel’s Programmable Solutions Group.
“Arria ukurannya lebih kecil, mampu ditempatkan pada (server case) berukuran 1U. Sedangkan Stratix adalah kartu dual PCI, sehingga membutuhkan setidaknya case berukuran 2U. Tenaga (listrik) yang dikonsumsi oleh Arria adalah 75 watt sedangkan Stratix membutuhkan setidaknya 225 watt”

Stratix 10

Stratix 10 memiliki bandwith dan kapasitas yang jauh lebih besar, dengan on-chip memory 4x lipat dan memory DDR4 2x lipat pada kartu (PCIe), mampu menghasilkan performa lebih dari 2x lipat dari Arria. Dengan kapasitas memory sebesar 32GB, kartu (PCIe) Stratix 10 sejatinya memiliki 2x kapasitas memori dari Arria dan memiliki juga logic element 2x lipat.

Arria 10

Arria 10, dengan ukuran yang relatif lebih kecil, lebih cocok untuk kebutuhan pengetesan aplikasi, akselerasi basis data dan pemrosesan gambar, dengan sedikit fitur di AI (Artificial Intelligence).
Berbeda dengan Arria 10, Stratix 10 membutuhkan setidaknya case 2U.

Yang menarik adalah Intel telah menyediakan abstraksi pada sisi hardware, sehingga pengguna dapat menggunakan Arria untuk membangun aplikasi tertentu (contohnya: aplikasi berbasiskan AI) dan dapat langsung men-deploy pada server yang menggunakan chip Stratix secara langsung (seamless).

Bagaimana abstraksi ini bisa berjalan dengan mulus juga menarik untuk dibahas.
Intel tahu bahwa untuk menggaet pasar baru dan developer software baru (khusus untuk chip FPGA), proses development aplikasi harus dipermudah sedemikian rupa; dan untuk alasan inilah Intel membuat layer (software) khusus.

“Dahulu, membuat aplikasi yang menggunakan chip FPGA membutukan keahlian khusus. Kamu harus tahu cara untuk menuliskan kode program untuk FPGA.
Untuk masuk ke pasar pusat data / data center yang baru ini, kami harus merancang sedemikian rupa desain baru untuk software. Di sini programmer / developer tidak perlu tahu mendetail mengenai FPGA, mereka cukup memanggil fungsi – fungsi yang telah disediakan”, dikatakan oleh Gomez

 

 

 

Sumber:
Intel’s FPGA strategy comes into focus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − 11 =