Peneliti Berhasil Menemukan Alat Pacu Jantung Nirkabel Pertama Di Dunia

Peneliti dari Universitas Rice dan Instute Jantung Texas berhasil membuat alat pacu jantung berukuran kecil yang beroperasi secara nirkabel (wireless) dan ditenagai oleh baterai eksternal. Ukuran alat pacu jantung ini lebih kecil dari pada koin.

Seperti diketahui alat pacu jantung selama 85 tahun telah menyelamatkan banyak nyawa dari pasien yang memiliki masalah jantung, dan peneliti terus berusaha untuk mengembangkan teknologi baru untuk menyempurnakan alat pacu jantung yang telah ada selama ini.
Ukuran alat pacu jantung telah berhasil mengalami penyempurnaan, dengan menjadi semakin kecil. Namun saat ini team dari peneliti dari Universitas Rice dan Institut Jantung Texas berhasil membuat alat pacu jantung nirkabel pertama di dunia.
Dan dengan alat yang baru ini, diharapkan akan semakin membuat nyaman pasien (semakin minim tindakan bedah / non-invasive) dan dapat mengurangi biaya karena telah dihilangkannya kabel – kabel yang selama ini menempel dan mengganggu pada tubuh pasien.

Alat baru ini tetap butuh tenaga dari baterai, namun sumber tenaga ini tidak terhubungkan dengan alat pacu jantung. Melainkan tiap alat akan ditenagai secara nirkabel (melalui gelombang radio) oleh baterai eksternal.
Apakah ini artinya pasien harus senantiasa membawa baterai eksternal?
Ternyata tidak perlu, karena gelombang radio yang dipancarkan oleh baterai eksternal ini beroperasi pada rentang 8 sampai 10 gigahertz, jadi jangkauannya cukup jauh.
Ukuran dari alat pacu jantung ini sendiri sangat kecil, bahkan lebih kecil dari koin. Lebarnya hanya 4 mm dan tingginya 16mm. Dengan ukuran yang mini seperti ini, memungkinkan alat dipasang / diimplan langsung ke jantung pasien.

Alat pacu jantung tradisional umumnya diletakan cukup jauh dari jantung dan membutuhkan operasi kecil untuk mengganti baterai. Kaki / leads dari alat pacu jantung tradisional harus terhubungkan langsung dengan jantung, dan di sinilah letak kerumitannya.
Apabila ada kaki / pin dari alat pacu jantung yang lepas, kaki / pin ini dapat mengakibatkan pendarahan dan infeksi (pada jantung). Dan tergantung dari seberapa parah kondisinya, terkadang dokter harus memutuskan untuk mengganti dengan alat pacu yang baru, yang akan diletakan baik pada bagian dalam atau luar jantung.

Dengan alat pacu jantung yang baru ini, kebutuhan untuk operasi pemasangan alat pacu jantung dapat dikurangi (tidak perlu copot/pasang alat baru untuk penggantian baterai).
Dokter sekarang juga dipermudah untuk melakukan penyetelan alat (contoh: frekuensi pengiriman sinyal).

Menurut salah satu anggota team dari Institute Jantung Texas, Mehdi Razavi; penggunaan alat pacu jantung yang baru merupakan suatu terobosan bagi penderita kelainan maupun gangguan jantung. Alat yang baru ini diyakini akan lebih nyaman dikenakan oleh pasien karena pasien tidak perlu merasa sakit saat pemasangan / penggantian alat, pasien sendiri diyakini tidak akan menyadari telah dipasangkan alat pacu jantung.

Para peneliti saat ini telah mengujicoba prototipe dari alat pacu jantung ini ke binatang seperti babi dan hasilnya sangat memuaskan.
Memang diakui perjalanan masih panjang sampai dapat digunakan pada manusia, alat ini masih membutuhkan persetujuan dari FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) dan dari komunitas kesehatan, namun karena alat ini bekerja dengan sangat memuaskan, maka tidak disangsikan lagi alat baru ini akan dapat digunakan segera pada manusia dalam waktu dekat.

 

Sumber : Researchers create the world’s first wireless pacemaker

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − four =