Studi Kasus: Bagaimana IoT Dapat Membantu Pengusaha Es Krim

Testimoni berikut mungkin bisa memberi inspirasi tambahan untuk implementasi IoT.

Toko es krim Ben & Jerry’s Scoop yang berlokasi di Haight-Asbury, San Fransisco memiliki kisah menarik bagaimana toko mengalami kerugian hingga puluhan ribu dollar hanya karena freezer yang mereka miliki tidak bekerja dengan baik. Ini adalah tragedi untuk pemilik toko.

“Peralatan operasional kami tidak dipasang dengan sempurna, seharusnya freezer dikalibrasi sesuai dengan temperatur lokal San Fransisco” dikatakan oleh John Slater dari Udder Ventures (perusahaan yang menaungi toko es krim Ben & Jerry Scoop).
Karena tidak dipasang dengan baik, freezer sering kali mati dan kalau mesin freezer mati maka es krim yang disimpan di dalamnya otomatis mencair semua.

“Hal ini terulang terus hingga 230 kali dalam 9 bulan. Kerugian kami secara finansial terasa sekali, kami hitung hingga puluhan ribu dollar nilainya”, ditambahkan Slater. “Saya tidak dapat tidur dengan nyenyak dan pagi harinya yang pertama kali saya lakukan adalah bertanya apakah es krim – es krim yang disimpan mencair lagi atau tetap beku?”

Sebenarnya toko ini memiliki sistem keamanan yang mampu memonitor apabila freezer mati, sistem ini akan mengirimkan email notifikasi apabila terdeteksi terjadinya suatu kejadian, namun notifikasi ini tidak disertai dengan informasi yang detail tentang kejadian yang tersebut. Slater tidak tahu dengan pasti apakah memang freezer mati ataukah sedang masuk siklus defrosting (meluruhkan bongkahan – bongkahan es di dalam freezer).

Kalau notifikasi ini diterima di tengah malam maka Slater harus pergi ke toko untuk memastikan bahwa freezer tidak mengalami gangguan.
Hal yang sangat tidak nyaman ini terus berulang hingga dikatakan oleh Slater bahwa dia kehilangan malam – malam dimana dia bisa istirahat dengan tenang, dia kehilangan banyak uang, dst. Dan akhirnya Slater sadar bahwa dia membutuhkan solusi untuk masalah yang dihadapai.

Sensor temperatur / suhu

Sembilan bulan setelah itu, freezer dikalibrasi dan akhirnya mulai berfungsi dengan baik. Namun tetap saja, Slater merasa khawatir apakah freezer yang sudah mulai berfungsi dengan baik ini akan kembali bermasalah. Email notifikasi dirasakan tidak membantu dan sering memberikan notifikasi yang salah. Slater membutuhkan sensor yang lebih baik.

ben-jerrys-haight-asbury-100661218-large.idge

Slater mencoba menghubungi perusahaan Monnit Corp di Kayesville, Utah dan mempelajari solusi yang ditawarkan oleh Monnit Corp. Solusi yang mampu mengubah dumb equipment menjadi smart equipment.

Di dalam sistem ini terdapat sensor yang ditenagai oleh baterai yang mampu melakukan komunikasi nirkabel / wireless ke gateway. Gateway ini selanjutnya akan mengirimkan data ke portal berbasis cloud yang akan menganalisa data dan mengirimkan notifikasi / peringatan apabila terdapat masalah.

Sensor yang ditenagai oleh baterai ini mampu bertahan hingga 2 tahun dan jangkauan dari modul komunikasi nirkabelnya mampu menembus tembok hingga 200 – 300 feet (60 – 90 meter), dikatakan oleh Walters, CEO dari Monnit Corp.

Modul komunikasi nirkabel yang digunakan oleh Monnit memang dirancang khusus untuk IoT, berbeda dengan solusi IoT yang ditawarkan oleh perusahaan lainnya, yang beroperasi dengan memanfaatkan Wifi, yang dipercaya kurang efisien dan handal untuk device – device IoT.

Slater mengatakan bahwa sistem yang ditawarkan oleh Monnit sangat terjangkau dan mudah untuk dipasang.
“Yang perlu saya lakukan hanyalah menonaktifkan sistem yang lama, memasang sensor Monnit dan masuk ke portal yang disediakan oleh Monnit dan dari portal ini saya dapat mengaktifkan sensor yang sudah saya pasang tadi. Setelah sensor aktif, data yang mulai dikirimkan kepada kami”, dikatakan oleh Slater.
Apabila sistem mendeteksi suatu masalah, maka Slater akan menerima informasi yang mendetail yang membantu Slater untuk menentukan apakah masalah / kejadian yang terdeteksi sifatnya darurat atau tidak (hanya sekedar siklus defrosting).

Tersedianya data yang berguna untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat

Slater mengatakan bahwa notifikasi / peringatan yang dia terima berisikan informasi yang sangat berguna, yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan yang lebih tepat. Apakah memang dia harus membangunkan manager toko untuk pergi ke toko untuk inspeksi ataukah diperlukan untuk memanggil teknisi yang siaga 24 jam untuk memperbaiki freezer atau Slater tidak perlu melakukan apa – apa karena memang dia tahu bahwa notifikasi yang diterima sifatnya hanya memberitahukan bahwa freezer sedang dalam siklus defrosting.

“Sistem yang baru ini jauh lebih cerdas dari sistem yang lama”, dikatakannya. “Dan yang tak kalah menariknya adalah biaya yang harus kami keluarkan. Untuk paket lengkap dari solusi yang kami gunakan, kami hanya mengeluarkan uang $300 / tahun!”

Dan karena sensor yang dipasang begitu akurat, Slater mengatakan bahwa dia dapat menyesuaikan suhu / temperatur dari freezer, tepat seperti yang dia inginkan. Hal ini tentu saja berdampak pada penggunaan listrik yang lebih efisien.

Setelah sensor dipasang, Slater mengatakan bahwa dia tidak pernah lagi mengalami kerugian seperti yang pernah dia alami.
“Sungguh sayang saya harus melewati tragedi – tragedi berikut malam – malam dimana saya tidak dapat beristirahat dengan tenang baru kemudian saya menemukan solusi ini. Namun karena saya boleh mengalami peristiwa – peristiwa yang tidak menyenangkan tersebut, saya tahu bahwa pasti ada jalan keluarnya dan ternyata memang ada”, dikatakan oleh Slater.

 
Sumber: How the IoT keeps Ben & Jerry’s ice cream safe

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 5 =