Memaksimalkan Penggunaan Motor Dengan IoT

Tom Bertheau dari perusahaan ABB Motors and Generators mendeskripsikan platform dengan smart sensor yang terpasang pada produk yang mereka jual sebagai “fitbits untuk motor”

Ini seperti halnya fitbits, wearable device yang memonitor jumlah dari energi yang dikeluarkan pada saat latihan atau aktifitas harian. Hal ini dimungkinkan oleh adanya Internet of Things (IoT), dengan segala potensi yang dibawa oleh IoT, dan motor adalah salah satunya. Monitoring performa motor, memiliki 2 manfaat: pemilik motor dapat mengetahui kesehatan dari device mereka dan melakukan tindakan (preventif) bahkan sebelum terjadi masalah (yang mengakibatkan motor harus berhenti), manfaat lainnya adalah dapat memaksimalkan penggunaan energi dengan lebih efisien.

motor

Idenya adalah memberikan kecerdasan pada motor, yang dahulu tidak ada, seperti dikatakan oleh Bertheau. “Inti dari solusi yang kami berikan adalah mengubah suatu perkakas yang dahulu dianggap bodoh, yaitu hanya mesin yang berbahan dasar baja dan berputar dengan sedikit insulasi dan juga sedikit tembaga pada kumparannya; kami ubah menjadi cerdas dengan menggabungkan perkakas tersebut dengan IoT”.

ABB Motors and Generators mengklaim bahwa dengan solusi baru ini, perusahaan dapat melakukan penghematan sekitar 10% dari konsumsi listrik dan mampu meningkatkan usia pakai motor hingga 30%, tidak lupa solusi ini juga mampu memangkas downtime (untuk perawatan mesin) hingga 70%.

Data yang dihasilkan oleh sensor ini dapat diakses melalui 2 cara. Cara yang paling mudah dan akan paling banyak digunakan oleh perusahaan – perusahaan kecil adalah langsung melalui smartphone. Aplikasi untuk mengakses data ini telah tersedia dia Android dan iOS. Sedangkan untuk perusahaan – perusahaan besar dilanjutkan oleh Bertheau akan menambah / memasang gateway yang akan memfasilitasi proses pengiriman data dari motor yang telah dipasangkan sensor tersebut. Nantinya data tersebut dapat diakses melalui cloud. Data yang diakses melalui cloud ini dapat digunakan untuk membangun aplikasi / sistem monitoring dan manajemen gedung dan energi untuk kepentingan perusahaan melalui API yang telah disediakan (dan diakses melalui cloud).

Sensor – sensor yang terpasang pada motor tersebut akan memonitor penggunaan motor secara detail. “Kami melakukan perbandingan beberapa parameter seperti konsumsi energi, load / beban dari motor, suhu dari motor, frequensi, kecepatan putaran / RPM, dsb” dikatakan oleh Bertheau.
“Dari parameter ini kami dapat memantau kesehatan dari motor: apakah rotor mengalami masalah? Apakah terdapat masalah pada (jarak antara dinding dengan rotor) perputaran motor atau shaft nya? Apakah ada masalah pada sistem pendinginnya? Apakah ada masalah dengan getaran?”
Informasi ini memudahkan perusahaan untuk mengambil langkah – langkah preventif dan sekaligus meminimalisir downtime yang diakibatkan oleh kerusakan mesin.

ABB sendiri dilaporkan telah melakukan test di bawah badan standarisasi IEC (International Electrotechnical Commision) dan NEMA (National Electrical Manufacturers’ Association). Test dilakukan terhadap 20 jenis motor pada industri FnB (food and beverage).

 

 
Sumber: Can the IoT Power Motor Health and Efficiency?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + 20 =