Strategi Intel Dibalik Peluncuran Komputer IoT Seharga $15

Pada artikel IoT sebelumnya, dibahas mengenai berita peluncuran Quark D2000, yang mungkin saja menjadi “komputer” yang paling murah yang pernah diluncurkan oleh Intel.
Pertanyaan lanjutannya adalah mengapa Intel ikut masuk ke pasar “komputer” super murah ini?

Quark D2000, melengkapi pilihan board – board buatan Intel yang difokuskan untuk IoT.
Curie, board seukuran kancing baju yang juga ditenagai oleh prosesor Quark 32MHz dirancang secara khusus untuk wearable device. Edison, board seukuran SD card, ditenagai oleh prosesor yang lebih bertenaga, yaitu Atom, dapat digunakan dibeberapa proyek IoT.

3 module ini tidak ditargetkan untuk pengguna mainstream (pengguna PC, dsb); module – module ini ditargetkan untuk digunakan oleh para developer untuk membuat produk – produk IoT. Untuk meningkatkan awareness dari para pengguna mainstream tadi, Intel membuka kelas – kelas workshop khusus IoT di seluruh dunia sekaligus meluncurkan acara TV seperti America’s Greatest Makers.
Segala usaha yang dilakukan Intel ini diyakini bertujuan untuk menarik para developer yang selama ini menggunakan ARM, chip yang mendominasi proyek – proyek IoT saat ini. Selain menarik para developer, Intel sendiri telah kehilangan pasar smartphone karena ARM, ARM dengan chip – chipnya yang secara desain mengkonsumsi tenaga listrik lebih kecil, suatu hal yang sangat vital untuk smartphone.
Untuk hal inilah Intel tidak ingin kalah langkah lagi untuk pasar IoT.

Intel sendiri telah membentuk unit bisnis yang fokus di IoT pada tahun 2013. Revenue unit bisnis tersebut pada tahun 2015, meningkat 7% menjadi 2.3 milliar dollar. Walaupun secara keseluruhan revenue ini hanya 4% dari total pemasukan Intel pada tahun 2015, Intel meyakini bahwa persentase ini akan melejit pada tahun – tahun berikutnya, dan tak kalah pentingnya unit bisnis ini akan melengkapi bisnis data center Intel, yang akan menangani big data yang dihasilkan oleh IoT.

Qualcomm memiliki rencana serupa

Menarik untuk diikuti bahwa Qualcomm pun memiliki rencana serupa.
Qualcomm, pembuat chip untuk telepon selular terbesar di dunia, memiliki rencana serupa. Qualcomm memproduksi dan menjual chip – chip Snapdragon versi low-end untuk IoT device, board single-computer dan yang terbaru adalah chip khusus IoT yang diakuisisi oleh Qualcomm senilai 2.4 milliar dollar dari CSR pada tahun 2015. Microsoft juga telah bekerjasama dengan Qualcomm tahun lalu untuk memastikan Windows 10 IoT Core berjalan di atas development board DragonBoard, seperti halnya Raspberry Pi 2 yang mendukung penuh Windows 10 IoT Core.

 

Microsoft sendiri diketahui telah memutuskan untuk mengakhiri dukungan Windows 10 IoT Core untuk board Galileo yang ditenagai oleh Intel Atom pada November 2015 dengan pernyataan resmi: “hardware tidak memenuhi persyaratan minimum”. Lalu bagaimana dengan dukungan Windows 10 IoT untuk Edison? Sama saja.

Device – device IoT Intel akhirnya berjalan di atas RTOS mereka sendiri, yang didesain untuk lebih memprioritaskan konsumsi tenaga listrik yang lebih baik dibandingkan dengan processing power (processing power inilah yang dikatakan tidak memenuhi persyaratan minimum untuk menjalankan Windows 10 IoT).
Dukungan lebih Microsoft kepada chip ARM dibandingkan chip – chip x86 menimbulkan pertanyaan bagaimana masa depan Intel di pasar IoT.
Microsoft sendiri cukup gencar masuk ke pasar IoT dan diketahui sudah menjadi anggota aliansi / konsorsium AllJoyn, suatu aliansi yang dipimpin oleh Qualcomm.
Bagaimana dengan Intel? Intel memimpin group tandingan, Open Interconnect Consortium, yang memiliki pendukung cukup besar namun tetap saja lebih kecil dari aliasi AllSeen

Pertarungan IoT baru saja dimulai

Penjualan chip – chip yang ditargetkan untuk IoT, persentasenya memang masih kecil bagi Intel dan Qualcomm (dibandingkan revenue total), tetapi angka – angka ini akan cepat sekali berubah dalam beberapa dekade ke depan. Mulai stagnannya pasar PC dan mobile membuat para pembuat chip ini berpikir keras dan mempromosikan chip – chip buatan mereka ke penggunaan lain, seperti wearable, kendaraan yang saling terhubungkan (connected card), perangkat rumah tangga yang cerdas dan gadget lainnya.

Walaupun margin dari chip – chip IoT ini jauh lebih rendah dari chip yang digunakan di PC, data center atau telephone selular, baik Qualcomm maupun Intel bersiap menangkap potensi penjualan dengan volume yang besar. Intel percaya jumlah dari device – device IoT ini akan melambung dari 15 miliar di tahun 2015 menjadi 200 miliar device pada 2020. Intel berambisi merebut dominasi pasar dari ARM.

Untuk saat ini, fokus Intel adalah menangkap sebanyak – banyaknya ide pengembangan produk IoT dari para developer dengan menyelenggarakan workship, promosi dan acara – acara khusus untuk developer IoT. Walaupun strategi ini layak dipertanyakan efektifitasnya untuk melawan dominasi Qualcomm.

 
Sumber: Why Did Intel Corporation Launch A $15 Internet of Things Computer?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 18 =