Pemanfaatan IoT Untuk Menanggulangi Krisis Air Di Afrika Selatan

Krisis air, sebuah “musibah”  global yang memaksa para ilmuwan untuk menciptakan teknologi yang lebih inovatif, yang dapat digunakan untuk memaksimalkan sumber daya air yang dunia punya.

Sebuah penilitian terakhir menemukan bahwa setidaknya ada 4 miliar penduduk bumi mengalami krisis air dalam beberapa tahun terakhir dan diprediksi akan bertambah buruk dalam 15 tahun mendatang. Afrika Selatan dengan kucuran dana dari pemerintah setempat, mengambil langkah serius untuk menanggulangi masalah krisis air ini.

“Ponsel begitu populer di Afrika Selatan dan memberi akses internet lebih luas lagi kepada penduduk Afrika Selatan. Dan saat ini terjadi trend berkaitan dengan komunikasi seluler, yaitu apa yang kami istilahkan sebagai Internet of Things (IoT)” dikatakan oleh Lee Naik, Direktur Pelaksana Accenture Digital.

Naik menambahkan: “Semua benda, baik itu meja pot tanaman mulai terhubungkan ke internet. Sensor – sensor mulai dipasangkan ke benda – benda ini. Namun pertanyaannya adalah dapatkah kita (melalui data yang dikirimkan oleh sensor – sensor tersebut) memprediksi suatu benda bekerja dan memberikan nilai ekonomi.”

Dengan kondisi dimana kekeringan melanda dimana – mana, dapatkah IoT sungguh – sungguh memberikan manfaat?

Setidaknya ada 2 contoh bagaimana IoT dapat memberi manfaat melalui agrikultur dan penyaluran air.

“Pertama, adanya trend global yang terjadi di banyak organisasi untuk mulai memasangkan sensor pada berbagai perangkat. Sebagai contoh pada dunia pertanian, mulai dipasangkan sensor pada tanah yang akan memberitahu komposisi kimia apa yang tepat untuk benih / bibit, supaya benih tersebut dapat tumbuh dengan lebih baik (dibandingkan dengan metode konvensional).” dikatakan oleh Naik.

“Kedua, penggunaan sensor – sensor IoT yang berhubungan dengan air, kelistrikan dan beberapa utilitas lainnya. Kita mulai dapat melihat bahwa dengan pemasangan sensor – sensor pada pipa saluran air dapat memberikan manfaat yang besar, contoh: pencegahan dini sebelum terjadinya kebocoran pada pipa.”

Dikatakan oleh Naik, melalui metode – metode tersebut penduduk Afrika Selatan dapat mempraktekan dengan apa yang disebut “perawatan yang terencana”.

“Dalam berbagai kasus yang kami jumpai di Afrika Selatan adalah banyak organisasi memiliki data yang begitu besar namun hanya sedikit yang mampu menganalisa dan memberikan output yang tepat guna untuk masalah air dan lingkungan.”

Naik mencoba memberikan pertanyaan kepada organisasi – organisasi tersebut: apakah mereka dapat memprediksi metode dan jenis bibit apa yang cocok ditanam hingga 10 tahun ke depan?

“Beberapa pemain / pengusaha yang bergerak di bidan utilitas telah mulai meng-implementasikan teknologi berbasiskan IoT. Oleh karenanya kami yakin akan masa depan IoT khususnya di Afrika Selatan”.

 
Sumber: Using IoT to solve water scarcity in South Africa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − nineteen =