Pemanfaatan Burung Merpati Sebagai Solusi Pemantauan Polusi Udara

Seorang desainer di London menemukan metode yang alami untuk penempatan sensor – sensor IoT di sepanjang area kota London dengan memanfaatkan burung merpati.

Sensor – sensor ini digunakan sebagai alat analisa polusi udara. Proyek ini sendiri sejatinya merupakan bagian dari program pengembangan smart city dan dianggap tepat karena biaya implementasinya yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan metode konvensional.

Dikutip dari The Guardian, Dequesnoy (direktur kreatif agensi marketing DigitasLBI) dan Brian Woodhouse (hobiis dan pembiak burung merpati) memasang sensor yang sangat ringan pada burung Рburung merpati. Sensor Рsensor ini akan memonitor tingkat (polusi) nitrogen dioxida di udara.

Program ini masuk dalam proyek yang dinamakan Pigeon Air Patrol. Sensor – sensor yang saling terhubungkan tersebut nantinya akan memberikan informasi ke masyarakat melalui akun twitter burung – burung merpati tersebut, bahkan masyarakat bisa berinteraksi melalui akun twitter tersebut.

Saat ini pemasangan sensor baru dilakukan terhadap seekor burung merpati, namun sangat dimungkinkan untuk dipasang ke lebih banyak lagi burung merpati; di London sendiri menurut London Pigeons, diperkirakan terdapat lebih dari 200.000 ekor burung merpati.

Duqesnoy mengatakan bahwa inspirasi untuk menggunakan burung merpati ini didapatkannya saat ia melihat betapa efektifnya burung merpati saat digunakan pada perang dunia ke-2 sebagai media komunikasi.

Gary Fuller, seorang pengamat kualitas udara dari King’s College London, berkomentar dengan sedikit bercanda: “Senang rasanya bisa melihat burung – burung merpati di Trafalgar Square diberdayakan, daripada menganggur seharian”.

“Kurang lebih 15 tahun yang lalu di kota Mexico pernah dilakukan test dengan menggunakan 150 anjing jalanan, untuk menunjukan akibat dari polusi udara terhadap paru – paru dan kesehatan hati. Tetapi mungkin ini yang pertama kalinya saya mendengar binatang / hewan liar diberdayakan dengan dipasangkan sensor untuk memberikan masyarakat informasi mengenai polusi udara.”

 
Sumber: Pigeons in the sky with sensors: A novel IoT pollution solution

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − 3 =