5 Proyek IoT Yang Harus Diwaspadai Untuk Tahun 2016

Berikut 5 proyek IoT yang harus diwaspadai untuk tahun 2016 versi Benjamin Cabé, seorang IoT evangelist dari Eclipse Foundation.

  1. The Things Network
    LP-WAN atau Low Power Wide Area Networking adalah sebuah teknologi yang memungkinkan device (contoh: sensor yang ditenagai oleh baterai) berkomunikasi jarak jauh namun dengan bit rate yang rendah. Berdasarkan pengalaman MisterIOT, ini sangat penting dikarenakan Indonesia yang memiliki kondisi geografis yang kurang begitu menguntungkan (rentang kepulauan dari Aceh hingga papua) membuat biaya maintenance sangat mahal. Sebagai ilustrasi maintenance sensor yang di-deploy di Merauke bisa menghabiskan biaya transportasi (dari Jakarta) hingga 10 – 15 juta rupiah. Luar biasa bukan?
  2. VerneMQ
    Setelah MQTT mendapatkan standarisasi ISO (saat ini secara de-facto selain HTTP, protokol MQTT lah yang paling banyak digunakan dalam komunikasi yang menghubungkan IoT device). VerneMQ sendiri adalah broker MQTT yang diklaim paling scalable, yang ditulis dengan bahasa Erlang, yang sudah kita ketahui sendiri reputasinya.
  3. RIOT OS
    Sebuah operating system yang mengklaim sebagai operating system yang ramah terhadap resource (berjalan diatas hardware yang minimum), ramah terhadap IoT dan developer.
  4. Eclipse IoT
    Mungkin proyek ke-4 ini sedikit subyektif, mengingat Benjamin Cabé adalah seorang evangelist dari Eclipse Foundation, namun memang harus diakui beberapa proyek IoT dari Eclipse sangat menarik untuk diikuti, contoh: Hono, Kura, Paho, dll
  5. RHIOT
    Sebuah IoT messaging platform yang dikembangkan oleh Red Hat.

 

Lebih detail:  5 OPEN SOURCE IOT PROJECTS TO WATCH IN 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 18 =